Pages

Kamis, 24 April 2014

Sepotong kerinduan di senja sore

   Suara riuh burung-burung kecil yang mengantarkan mentari pulang beristirahat. Menyisakan rona rona merah yang akan hilang tersapu gelapnya malam. Suara gemiricik air sungai yang mengalir dengan tenang mengimbangi suara merdu angin yang berhembus menyapa dunia. Meniup ujung gaun merah Santi. Membelai rambut panjangnya yang ia biarkan terurai. Wajahnya mantap memandang lurus ke depan.
   Goresan senja selalu menemani penantiannya. Tak menghiraukan bulan yang tersenyum mengejeknya. Di atas jembatan kecil ia masih menunggu. Menggenggam erat lengan kaku dan dingin itu yang tak pernah peduli dengan perasaan yang berlalu lalang di atasnya.
    Langit semakin gelap. Lentera-lentara kecil telah dinyalakan satu persatu menyambut kedatangan malam yang gulita. Teriakan dibelakang Santi yang menyuruhnya masuk tak pernah ia hiraukan, pun ketika hawa dingin menyentuh kulitnya yang putih. Ia tak beranjak.
   Santi masih bertahan menunggu dalam kebisuan. Menanti sosok yang akan berjalan dari pohon yang melengkung di seberang sungai. Dengan celana pendek selutut, baju kotak kotak yang telah robek disana sini, mata cokelat yang menenangkan dan wajah yang penuh senyum itu.
   Hingga kini sosok itu tak pernah terlihat lagi. Sosok itu tidak pernah melewati pohon lengkung itu lagi. Atau tidak pernah melambai pada Santi yang tidak bosan menunggu ketika senja menyapa.
    Lamunan masa lalu menyapanya. Saat sosok itu berjalan dari bawah pohon lengkung, memanggul jaring untuk menangkap ikan di laut. Sosok itu akan tersenyum menatap Santi dan memberikan Roti Queen dan telur asin ke tangan kecil Santi. Mengajak masuk ke dalam rumah yang tidak jauh dari jembatan kecil itu.
    Sekarang Santi hanya bisa menatap jalan itu dan berharap laki-laki tua itu akan kembali. Membawa jaringnya dengan gagah dan menatap Santi dengan sayang.
  Waktu telah mengkhianati Santi. Dia tidak membawa laki-laki itu pada Santi. Dan akhirnya membiarkan Santi menunggu sendiri di bawah senja yang menyapa.
"Ayah kau dimana ?
Aku rindu ..."

0 komentar:

Posting Komentar

 
Copyright 2012 Pemburu senja. Powered by Blogger
Blogger by Blogger Templates and Images by Wpthemescreator
Personal Blogger Templates